Friday, October 4, 2013

TIMUR TENGAH




                Kali ini saya akan coba membahas tentang permasalahan yang terjadi di timur tengah. Sebelumnya, sebagaimana yang kita ketahui, bahwa timur tengah khususnya Negara Arab Saudi sekarang adalah tempat lahirnya agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah Nabi besar Muhammad SAW. Perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan agama Allah bahkan telah diakui oleh orang selain umat muslim, dimana Nabi Muhammad SAW dinobatkan sebagai orang paling berpengaruh dalam sejarah umat manusia.
                Tetapi perjuangan Rasulullah dan para sahabat saat ini seolah ternoda oleh tingkah polah umat muslim itu sendiri. Jika kita lihat ke timur tengah, dan sekitarnya, umat muslim sibuk berperang dengan saudaranya sesama umat muslim. Kita bisa lihat di Suriah, Mesir, Irak, dan Negara Islam lainnya.
                Sebagai permulaan, mari kita lihat Negara Suriah. Telah lebih 2 tahun Negara ini diamuk perang saudara, dimana pihak oposisi ingin menjatuhkan presiden Bashaar Al Asaad yang dianggap telah memimpin negaranya secara diktator. Semakin lama perang saudara ini berlanjut, yang terjadi malah perubahan tujuan utama dari perang itu sendiri. Yang pada awalnya perjuangan untuk melakukan revolusi antara pihak oposisi dengan pemerintah, menjadi pertempuran antara 2 mahzab yang ada, yaitu sunni dan syiah.
Sebagaimana biasanya, perang ini membuat “sang polisi internasional” Amerika dan sekutunya gatal untuk segera bertindak, dan telah menyiapkan opsi untuk menyerang (kembali) sebuah negara yang berdaulat. Sampai saat ini, kita masih bisa lega, karena niat Amerika dan sekutunya tertahan karena adanya tantangan dari sang musuh bebuyutan, yakni Rusia dan China.
Tetapi bukan hal itu yang menjadi bahan pemikiran saya. Adalah tindakan Negara Islam lainnya seperti Arab Saudi, dan lain-lain yang terus meminta agar Amerika dan sekutunya segera turun tangan. Bukan itu saja, rumor menyebutkan bahwa Arab Saudi dan Negara Islam lainnya menyuplai senjata ke pihak oposisi yang membuat perang ini , masih dan akan terus berlanjut.
Apa yang dipikirkan Arab Saudi cs.? Sebegitu besarkah keinginan mereka untuk menyingkirkan saudaranya sendiri? Benar, Arab Saudi cs bersberangan dengan Iran, Irak dan Suriah dalam hal mahzab yang mereka yakini. Arab Saudi cs secara umum menganut mahzab sunni, sedangkan iran, irak dan suriah menganut mahzab syiah. Tapi apakah perbedaan itu membuat mereka berkeinginan untuk menyingkirkan saudaranya sendiri? Seperti yang disabdakan oleh Baginda Nabi SAW, bahwa setiap muslim itu bersaudara. Apakah hal sederhana yang bahkan anak kecil-pun bisa memahaminya tidak mereka hiraukan?
Saya bukan seorang ustadz, atau ahli agama yang memiliki ilmu agama yang dalam. Tapi yang saya tahu, selama orang itu muslim, apapun mahzab yang dia yakini, kita adalah saudara. Kita tidak memiliki hak dan kewanangan menyatakan bahwa mahzab itu salah, mahzab ini benar, karena hanya Allah SWT yang memiliki kuasa akan hal itu.
Arab Saudi yang secara de facto, mungkin bisa disebut sebagai Negara Pemimpin Negara-Negara Islam, karena disanalah Ka’bah berada,  selama ini tidak pernah terlihat menunjukan keinginannya untuk membantu saudara-saudaranya di Negara lain. Ketika perang Palestina dan Israel, mereka hanya diam dan seolah tutup telinga dengan apa yang terjadi.
Ketika Irak, Mesir dan Negara Islam lain bergejolak, mereka hanya diam. Yang dilakukan pemerintah Negara itu hanya melihat dari kejauhan tanpa mampu melakukan sesuatu yang dapat membantu saudara-saudaranya.
Islam sebagaimana firman Allah dalam surat Al- Anbiya ayat 107, sebagai Rahmatan Lil ‘Alamin, merupakan agama yang menjadi rahmat bagi seluruh umat. Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk saling menghargai dan menghormati. Bahkan Nabi Muhammad SAW sendiri menghormati kaum kafir Quraish dalam menjalankan keyakinannya. Tidak ada paksaan yang dilakukan Baginda Nabi terhadap orang Quraish.
Dan bagaimana mungkin seorang yang memeluk Islam, agama Rahmatan Lil ‘Alamin ini tidak menghormati dan menghargai bahkan hendak menghancurkan saudara muslimnya sendiri?

No comments:

Post a Comment