Kali ini saya
akan coba membahas tentang permasalahan yang terjadi di timur tengah.
Sebelumnya, sebagaimana yang kita ketahui, bahwa timur tengah khususnya Negara Arab Saudi sekarang adalah tempat lahirnya agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah
Nabi besar Muhammad SAW. Perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan agama
Allah bahkan telah diakui oleh orang selain umat muslim, dimana Nabi Muhammad
SAW dinobatkan sebagai orang paling berpengaruh dalam sejarah umat manusia.
Tetapi
perjuangan Rasulullah dan para sahabat saat ini seolah ternoda oleh tingkah
polah umat muslim itu sendiri. Jika kita lihat ke timur tengah, dan sekitarnya,
umat muslim sibuk berperang dengan saudaranya sesama umat muslim. Kita bisa
lihat di Suriah, Mesir, Irak, dan Negara Islam lainnya.
Sebagai
permulaan, mari kita lihat Negara Suriah. Telah lebih 2 tahun Negara ini diamuk
perang saudara, dimana pihak oposisi ingin menjatuhkan presiden Bashaar Al
Asaad yang dianggap telah memimpin negaranya secara diktator. Semakin lama
perang saudara ini berlanjut, yang terjadi malah perubahan tujuan utama dari
perang itu sendiri. Yang pada awalnya perjuangan untuk melakukan revolusi
antara pihak oposisi dengan pemerintah, menjadi pertempuran antara 2 mahzab
yang ada, yaitu sunni dan syiah.
Sebagaimana
biasanya, perang ini membuat “sang polisi internasional” Amerika dan sekutunya
gatal untuk segera bertindak, dan telah menyiapkan opsi untuk menyerang
(kembali) sebuah negara yang berdaulat. Sampai saat ini, kita masih bisa lega, karena
niat Amerika dan sekutunya tertahan karena adanya tantangan dari sang musuh
bebuyutan, yakni Rusia dan China.
Tetapi bukan hal
itu yang menjadi bahan pemikiran saya. Adalah tindakan Negara Islam lainnya
seperti Arab Saudi, dan lain-lain yang terus meminta agar Amerika dan sekutunya
segera turun tangan. Bukan itu saja, rumor menyebutkan bahwa Arab Saudi dan
Negara Islam lainnya menyuplai senjata ke pihak oposisi yang membuat perang ini
, masih dan akan terus berlanjut.
Apa yang
dipikirkan Arab Saudi cs.? Sebegitu besarkah keinginan mereka untuk
menyingkirkan saudaranya sendiri? Benar, Arab Saudi cs bersberangan dengan Iran,
Irak dan Suriah dalam hal mahzab yang mereka yakini. Arab Saudi cs secara umum
menganut mahzab sunni, sedangkan iran, irak dan suriah menganut mahzab syiah.
Tapi apakah perbedaan itu membuat mereka berkeinginan untuk menyingkirkan
saudaranya sendiri? Seperti yang disabdakan oleh Baginda Nabi SAW, bahwa setiap
muslim itu bersaudara. Apakah hal sederhana yang bahkan anak kecil-pun bisa
memahaminya tidak mereka hiraukan?
Saya bukan
seorang ustadz, atau ahli agama yang memiliki ilmu agama yang dalam. Tapi yang
saya tahu, selama orang itu muslim, apapun mahzab yang dia yakini, kita adalah
saudara. Kita tidak memiliki hak dan kewanangan menyatakan bahwa mahzab itu
salah, mahzab ini benar, karena hanya Allah SWT yang memiliki kuasa akan hal
itu.
Arab Saudi yang
secara de facto, mungkin bisa disebut sebagai Negara Pemimpin Negara-Negara Islam,
karena disanalah Ka’bah berada, selama
ini tidak pernah terlihat menunjukan keinginannya untuk membantu
saudara-saudaranya di Negara lain. Ketika perang Palestina dan Israel, mereka
hanya diam dan seolah tutup telinga dengan apa yang terjadi.
Ketika Irak, Mesir
dan Negara Islam lain bergejolak, mereka hanya diam. Yang dilakukan pemerintah
Negara itu hanya melihat dari kejauhan tanpa mampu melakukan sesuatu yang dapat
membantu saudara-saudaranya.
Islam
sebagaimana firman Allah dalam surat Al- Anbiya ayat 107, sebagai Rahmatan Lil ‘Alamin, merupakan agama
yang menjadi rahmat bagi seluruh umat. Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya
untuk saling menghargai dan menghormati. Bahkan Nabi Muhammad SAW sendiri
menghormati kaum kafir Quraish dalam menjalankan keyakinannya. Tidak ada
paksaan yang dilakukan Baginda Nabi terhadap orang Quraish.
Dan bagaimana
mungkin seorang yang memeluk Islam, agama Rahmatan Lil ‘Alamin ini tidak
menghormati dan menghargai bahkan hendak menghancurkan saudara muslimnya
sendiri?
No comments:
Post a Comment